masukkan script iklan disini

Sudah lama rasanya tidak bercerita, selain kerja sebagai kuli di pabrik, saya juga kadang sibuk di beberapa kegiatan organisasi. Beberapa waktu belakangan ini saya bertemu dengan kawan-kawan dari beberapa daerah, banyak banget pengalaman yang di dapat yang merubah sudut pandang saya tentang buruh.
Pernah donk denger ucapan begini "ya kalo jadi buruh mah, jadi buruh aja" atau misalnya "aktivis buruh yang ngomongin soal buruh aja" , miris ya, kita cuma di kotak-kotakan pada satu hal saja, padahal kita bisa lebih dari itu.
Lalu apa salahnya jika buruh bicara soal politik negara, atau yang lagi hits sekarang tentang teori konspirasi. Buruh gak juga harus ngomongin soal normatif aja, buruh juga bisa ngomong tentang medis , musik, menulis, photography, teknologi, pertanian, pertambangan,fashion atau bahkan make up artist, gak ada salahnya juga toh selama kita berpijak pada klas buruh.
Mentang-mentang buruh terus anti bertemu dengan pejabat, anti duduk bareng dengan owner pabrik, anti ketemu pemuka agama, lah terus kapan-kapan mau berhadap-hadapan , sebenarnya kalok buruh memahami perjuangan klas, mau belajar banyak hal maka timbul rasa percaya diri untuk sejajar dengan siapapun.
Bukan berarti saya juga paham banyak hal, wong saya yang unyu-unyu dan masih suka menye-menye ini masih belajar sama siapapun dan belajar apapun, lebih baik tau sedikit tentang banyak hal daripada gak tau apa-apa.
Intinya yuk biarpun kita buruh, harus rajin baca, rajin diskusi, rajin aksi, generasi muda macam kita ini adalah penentu perubahan sistem yang sudah berabad-abad bercokol di Indonesia.
Satu lagi, keep move on!!!
Oleh: Qia Cheparrah

